SECRET WALTZ Chapter 1

tumblr_mwfap0REw81swqx1fo2_500

“Noona!! Aku lapar Arrrhhh….” Sooyoung cilik berguling-guling di lantai rumah super mini, sempit dan panas yang sudah mereka huni sejak 4 tahun terakhir.

“Hyo!! Berhenti menggigit baju Yul!!” Sooyeon berteriak lemah memisahkan adiknya yang lain yang sedang menggigit baju adiknya yang sedang menangis ketakutan melihat aksi kakaknya yang sedikit gila.

“Kyu!! Oh Tuhan!!!” Jessica berlari menghampiri adiknya yang masih berusia 2 tahun itu. Sunkyu ternyata akan memasukkan pisau yang baru saja Sooyeon pungut di tempat pembuangan sampah di dekat rumah mereka tadi pagi. Sunkyu hanya tersenyum polos dan bodoh sambil memasukkan ujung pisau itu ke mulutnya saat Sooyeon bergegas mengambil pisau itu.

“Syukurlah kau tidak apa-apa..” Sooyeon menarik nafas lega saat melihat senyum Sunkyu yang mirip sekali dengan ibu mereka.

“Uwa!!! Uwa!!! Noona!!!” Yuri cilik kini yang bergabung dengan Sooyoung dalam tangisan yang membuat Sooyeon panik, pusing dan sedih. Yang satu kelaparan, yang satu ketakutan melihat Hyoyeon kini memiliki bajunya.

“Noona.. maafkan aku.. Yuri-ah.. maafkan hyung.. Hyung hanya bercanda kok..” Hyoyeon panik dan berusaha membuat Yuri menghentikan tangisnya yang super bising menggangu ketenangan warga.

“Uwa.. Uwa… Uwa… aku lapar!!!” kini tangis Sooyoung yang bertambah besar membuat Jessica segera berlari menghampiri keduanya sambil menggendong Sunkyu yang tak mengerti apapun yang terjadi saat ini.

“Sabar Soo.. Noona akan segera mencari makanan untuk kita semua.. tapi kalian harus berhenti menangis dan jagalah Sunkyu.. ok??” Jessica juga berusaha menghentikan tangis Sooyoung, terutama Yuri yang dapat mengundang tamu yang sangat keluarga Jung hindari.

“Jung Sooyeon!!! Jung Jaejoong!! Keluar kalian!!!” suara seorang wanita di usia pertengahan 50 tahun terdengar, membuat Sooyeon tertunduk  lemas.

“Tuhan… kuatkan aku..” Sooyeon berjalan menghampiri Nyonya Nam, pemilik rumah sempit yang ia kontrakan kepada Jung Family sejak 4 tahun terakhir ini.

“Selamat siang Nyonya Nam… ada yang bisa kubantu?” Sooyeon mengulaskan senyum manisnya pada Nyonya Nam yang menatapnya malas dan sinis padanya.

“Jika kau tidak menyerahkan uang sewamu 3 bulan terakhir ini, maka kau dan keluargamu harus pergi dari rumah ini sekarang juga!” dengan itu Nyonya Nam pergi meninggalkan Sooyeon yang masih terdiam lemas mendengar itu semua.

…………………………………………………………………………………………………

“Maaf kami sudah tidak bisa memimjamkan uang pada Anda lagi!” Pria tua pemilik salah satu toko pinjam sewa tua yang sudah biasa Sooyeon datangi membanting pintu tokonya, membuat Sooyeon terkejut. Tak menyerah sampai disitu, ia berlari mengelilingi hampir seluruh toko di kawasan Ilsan, memohon-mohon agar ia bisa mendapatkan uang untuk biaya sewa dan makan adik-adiknya. 3 jam telah berlalu dan tak satu won pun yang Sooyeon genggam dalam tangannya.

 “Apa yang harus kulakukan?? Soo pasti sudah sangat kelaparan… Tuhan.. tolong aku..” Sooyeon terduduk lemas di pinggir jalanan Seoul yang begitu ramai. Ia tak tahu harus pergi meminjam uang kemana lagi setelah berkeliling ke toko-toko peminjaman uang yang biasa ia datangi jika dalam kondisi ini seperti ini, tak ada uang, tak ada supply makanan, kakaknya tak tahu pergi kemana dan adik-adiknya di rumah super sempit mereka yang hanya terbuat dari triplek tipis kelaparan karena sudah 2 hari ini mereka tak memakan apapun kecuali makanan yang Sooyeon bawa dari tempat-tempat sampah restoran ataupun hotel yang ia lewati.

“Tuan Nyonya.. kumohon berikan aku uang.. tolong.. aku sangat membutuhkannya.. aku akan melakukan apapun!! TOLONG!!…” Jessica berteriak lemas layaknya orang gila dengan penampilannya yang lusuh pada setiap orang yang berjalan melewati dirinya. Orang-orang itu hanya memandang Sooyeon aneh, menertawakan dan berlalu tanpa membantu sedikitpun kesusahan gadis yang mereka lihat itu.

“Kau mau tidur denganku??” Seorang pria tua gendut tapi terlihat cukup kaya mendekati Sooyeon yang terdiam mendapat tawaran itu.

“Bagaimana cantik?? Hanya satu malam dan kau akan mendapatkan apa yang butuhkan. Bukankah kau akan melakukan apapun untuk mendapatkan uang itu??” Pria genit tua itu berusaha mencium Sooyeon. Sooyeon hanya dapat menutup kedua matanya, ia tak mau merasakan ciuman kotor dari pria yang bau rokok itu. Hanya air mata yang bisa ia keluarkan saat ini.

BADUMP!!

“Eh??” Sooyeon membuka matanya dan melihat pria tua genit itu tersungkur jatuh dengan luka lebam di matanya. Pria tua genit itu memegang kemaluannya terlihat  begitu kesakitan.

“Hei!! Brengsek beraninya kau…!!” Pria tua itu akan meninju seorang pria yang kini menatapnya penuh ketegasan dan karisma.

“Anda tidak seharusnya memperlakukan seorang gadis serendah itu Tuan Oh..” Pria itu membantu pria tua genit itu berdiri. Ia memanggil seorang pria lain yang segera memapah pria tua genit itu menuju sebuah mobil yang tiba-tiba saja muncul seperti sihir.

“Kau baik-baik saja?” Pria itu melevelkan tubuhnya kepada Sooyeon yang masih menangis begitu pelan.

“Tak seharusnya gadis cantik sepertimu menangis seperti ini..” Pria itu kini duduk di hadapan Sooyeon. Ia mengeluarkan sapu tangannya lalu mengelap air mata di kedua pipi Sooyeon dengan gentle-nya. Sooyeon perlahan menatap pria muda itu. Kulit putihnya yang mulus, alisnya yang tebal, bulu matanya yang lentik, lesung pipit yang menghiasi kedua pipinya, senyumannya yang  begitu hangat serta karismanya yang tak bisa Sooyeon jelaskan menambah daya tarik pria di hadapannya itu.

“Akhirnya kau berhenti menangis juga.. Baiklah aku pergi dulu.. semoga ini bisa membantumu..” Pria dengan tuxedo abu dan kemeja biru mudanya itu menyimpan sapu tangan lain di tangan kanan Sooyeon yang hanya terdiam melihat aksinya. Pria itu lalu berlari memasuki mobil mewah yang ternyata sudah menunggunya di seberang jalan.

“1.000.000 won??” Sooyeon tak berhenti menampar wajahnya saat melihat cek yang ada di sapu tangan tadi.

       ………………………………………………………………………………………………….

“Yoong.. haruskah kita mulai rapatnya sekarang? 20 menit sudah berlalu dan Taeyeon belum datang juga..” Jang Shinyoung berbicara pada master-nya yang sudah ia layani sejak pria itu kanak-kanak.

“Tenanglah Paman.. dia pasti datang.. dia tak mungkin melewatkan rapat sepenting ini..” Yoonan terkekeh melihat wajah Shinyoung yang begitu humoris baginya, apalagi dalam situasi yang serius seperti ini.

“Maaf aku terlambat.. apa aku melewatkan sesuatu??” Seorang pria dengan lesung pipitnya berjalan memasuki ruangan yang megah. Penampilannya sedikit berantakan tapi tak mengubah aura kekuasaan besar dan karisma yang terpancar dari dirinya. Semua orang yang ada di ruangan itu berdiri menyambut dirinya. Menyadari semua mata tertuju padanya, Kim Taeyeon pun mencoba merapikan tuxedo-nya yang sedikit kusut setelah berlari memasuki ruangan rapat ini. Ia berjalan menghampiri sahabatnya yang tersenyum jahil seperti biasanya.

“Tentu saja tidak.. kami juga baru akan memulai rapat ini.. benar kan Mr Jang??” Kwon Yoonan menjawab pertanyaan sahabatnya yang terlihat tampan, karismatik dan bersinar seperti biasanya.

“Maaf.. tadi aku ada urusan sebentar.. baiklah.. lebih baik kita mulai rapatnya sekarang..” Taeyeon tersenyum meluluhkan hati semua wanita yang mengikuti rapat itu.

‘Tentu saja.. karena tadi aku melihatmu..’ ucap pria disampingnya yang tersenyum misterius menatap pria yang kini sibuk mereview file di tabletnya.

FLASHBACK

“Paman Jang.. tunggu. Bukankah itu Taeyeon??” mobil yang Yoonan naiki segera berhenti di samping jalan Ilsan yang cukup ramai saat ini. Ia membuka jendela mobilnya, mengeluarkan tropong yang baru saja ia terima 6 bulan yang lalu dari seorang gadis yang cukup special baginya.

“Coba kau lihat.. apa yang sedang ia lakukan dengan gadis itu??” Yoonan pun memberikan tropong mini itu pada Shinyoung yang kini serius mengamati keduanya.

“Wah.. Taeyeon memukul Mr. Oh dengan tangannya sendiri!!” ucap Shinyoung membuat Yoonan segera mengambil tropong itu lalu melihatnya.

“Kau benar Paman!! Dasar Mr. Oh.. sudah tua, genit masih berani juga memberikan tatapan menantang itu pada Kim Taeyeon!! Bagus!! Haha aku suka melihatnya..” Yoonan tertawa melihat pemandangan itu.

“Oh.. sekarang Taeyeon duduk menghadap gadis itu.. dan menyeka air matanya.. Haha.. dasar peluluh hati wanita.. gadis itu saja langsung terpesona seperti itu melihat aksinya.. tapi tunggu dulu..” Yoonan kini memperbesar penglihatannya di tropong dan lebih memfokuskan pada wajah Taeyeon.

“Ada apa Yoong?? Ada apa dengan Taeyeon??” Shinyoung penasaran melihat Yoonan yang terkejut melihat sesuatu yang jarang sekali Kim Taeyeon tunjukkan dalam hidupnya.

END OF FLASHBACK

“Let’s the game begin..” Ucap Yoonan menatap sahabatnya dengan penuh arti.

…………………………………………………………………………………………………

“Hallo??” Seorang gadis masih lengkap dengan pakaian bisnisnya yang begitu feminine dan elegan memasuki sebuah penthouse mewah minimalis yang sudah sering ia kunjungi sejak 3 tahun terakhir ini.

“Kemana anak itu??” gadis itu memilih untuk  duduk di sofa  sambil melepas pink coat-nya. Ia sedang sibuk membaca review yang diberikan manager produksi dari rapatnya hari ini  saat kedua tangan kini melingkar di pinggangnya.

“Kau terlihat seksi saat kau bekerja.. seperti tadi.. hehe” pria itu kini duduk di samping gadis yang sudah mematikan tabletnya, menghadap pemuda yang masih tersenyum dengan senyum aligatornya yang aneh tapi tetap mempesona bagi gadis itu seperti biasanya.

“Benarkah??” gadis itu menunjukan eye smile-nya pada pria yang malah tersenyum jahil kini padanya.

“Tentu!! Haruskah aku membuktikannya??” pria itu menaik turunkan alisnya, masih dengan senyum jahilnya yang tampan layaknya bad boy.

“Memang kau akan membuktikannya dengan apa??” gadis itu kini semakin mendekatkan wajahnya dengan pria yang masih berantakan rambutnya, sepertinya pria itu baru saja mandi.

“Dengan ini..” pria itu kini menggendong gadis yang tak bisa berbuat apapun karena  pria itu mulai melumat habis bibirnya, membawa mereka  menuju kamar pria yang selalu mengalihkan dunia gadis itu.

…………………………………………………………………………………………………

“Noona.. bisakah kita makan Mandu paman Han malam ini??” Sooyoung yang hanya memakai celana dalam dan kaus tipis berlari memeluk kakaknya yang sedang menidurkan Sunkyu di pangkuannya.

“Kau masih lapar Soobaby??” Sooyeon mengelus kepala adiknya yang terkenal sebagai shiksin di keluarganya.

Sejak 2 bulan yang lalu hidup Sooyeon dan keluarganya sedikit berubah. Uang 1 juta won yang ia peroleh dari ‘Pangeran Tampan’ yang ia temui di jalan membuat hidupnya tak sesulit dulu. Setiap hari Sooyeon bekerja sebagai cleaning service di motel kecil dekat kakaknya dulu suka berjudi. Meskipun bayarannya tak seberapa, tapi Sooyeon bahagia karena setidaknya ia bisa membantu menghidupi adik-adiknya tanpa harus selalu bergantung pada uang 1 juta won yang perlahan menipis semakin harinya.

 “Euheuh.. tentu saja.. perutku sudah menangis Noona!” Sooyoung berucap begitu semangat.

“Noona ayo kita pergi sekarang.. mumpung Yul, Hyo dan Sunkyu sudah tidur hehe” Sooyoung kecil terkekeh melihat kakak dan adiknya yang sudah terlelap ke dunia fantasi dengan posisi yang aneh.

“Baiklah.. Ayo kita pergi.. tapi kau harus memakai jaketmu terlebih dahulu..” Sooyeon kemudian memakaikan jubah tebal yang ia beli 1 bulan lalu di pasar baju-baju bekas. Dengan wajah yang ceria Sooyoung menuruti apa yang kakaknya katakan. Keduanya kini berjalan keluar rumah kecil mereka bergandengan tangan.

“Noona.. mengapa kita bisa berubah seperti ini?? Apa sesuatu telah terjadi?” Sooyoung kecil memang memiliki pengamatan yang cerdas. Ia yakin pasti sesuatu telah terjadi pada kakaknya sehingga kini mereka bisa makan dengan layak setiap harinya. Apalagi kakaknya itu juga terkadang melamun dan tersenyum sendiri mencium dua sapu tangan yang tak pernah lepas dari genggaman tangan ataupun saku celana dan bajunya.

“Seseorang telah membantu kita Soo..” Sooyeon tersenyum penuh arti menggenggam kembali sapu tangan Baby Blue yang ada di saku jaketnya, teringat kembali pada pangerannya.

“Wah apakah ia tampan Noona??” Sooyeon menghentikan langkah mereka, menatap Soo tak percaya.

“Bagaimana kau tahu bahwa..” ucapan Sooyeon terhenti saat ia menyadari bahwa mereka tak hanya berdua di jalan kecil dekat rumah mereka.

“Selamat malam Nona Jung..” ada 4 pria dengan jas hitam yang rapi mendekati dirinya dan Sooyoung yang terdiam di tempat melihat mereka.

“Malam.. maaf ada perlu apa ya?? Bagaimana kalian bisa mengenalku??” Sooyeon membawa Sooyoung mendekati dirinya.

“Kami disini mencari Tuan Jung Jaejoong..” salah satu pria berbicara dengan suaranya yang menggelegar, membuat Sooyoung ketakutan memeluk pinggang kakaknya.

“Oppa? Ada apa kalian mencari Oppaku??” Jessica kini tak tahu mengapa merasakan firasat buruk, pasti akan terjadi sesuatu pada keluarganya.

“Kami mencari beliau karena beliau memiliki hutang pada bos kami sebesar 20 juta won yang sudah termasuk dengan bunganya..”

“20 juta won??!! Kalian pasti salah!!” Sooyeon terkejut mendengar ucapan salah satu pria bersetelan hitam rapih layaknya para debt collector yang menyerbu rumahnya.

“Anda bisa melihat sendiri pernyataan resmi yang ditandatangani oleh Tuan Jaejoong jika anda tidak percaya..” Pria berbadan kekar itu memberikan Sooyeon salinan perjanjian yang dibuat kakaknya. Sooyeon hanya terdiam menatap kertas itu. Ia tak tahu harus berbuat apa menghadapi masalah ini.

“Haha.. kalian pasti memalsukan ini kan? Oppa tak mungkin berbuat hal sebodoh ini.. ia tak memiliki uang sebanyak itu untuk berjudi dengan bos kalian..” Sooyeon melemparkan kertas itu lalu berjalan membawa Sooyoung melewati pria-pria itu.

“Maaf nona Jung tapi kami tak merekayasa apapun. Ini adalah video yang diambil saat kakak anda melakukan perjudian tersebut.” Pria itu kini memperlihatkan Jaejoong yang begitu santai menandatangani kertas yang ia lihat tadi lalu mulai bermain poker dengan wajah yang begitu bersemangat. Beberapa menit kemudian wajah Jaejoong berubah panic dan pucat melihat kembali urutan kartu yang ada di tangannya. Game itupun berakhir dengan kekalahan Jaejoong. Tapi bodohnya Jaejoong malah mengulangi lagi game itu hingga akhinya ia menyerah setelah beberapa kali kalah dengan beban hutang yang begitu besar.

“Oppa…” Sooyeon terduduk lemas setelah melihat video itu. Air mata perlahan mengalir membasahi pipinya. Sooyoung terlihat panik melihat Noona-nya yang terlihat begitu sedih, shock dan lemas setelah melihat video di tablet yang pria-pria menakutkan itu bawa.

“Noona.. ada apa??” Sooyoung memeluk Sooyeon yang hanya memandang kosong wajahnya.

“Nona Jung, jika hutang Tuan Jaejoong tidak dibayar dalam jangka waktu 3 hari, maka kami terpaksa harus membawa keempat adik Anda.. itulah yang disebutkan dalam surat perjanjian yang kakak anda tandatangani..” dengan itu keempat pria mengerikan itu berjalan meninggalkan Sooyeon dan Sooyoung terdiam di tempat.

“Noona.. apa maksud orang-orang mengerikan itu??” Sooyoung berbicara pada Sooyeon yang kini malah tersenyum padanya.

“Haha.. tenang saja Soo.. mereka hanyalah teman Oppa yang senang sekali bercanda.. semua akan baik-baik saja.. oh iya.. apa kau masih mau mandu paman Han??” dengan itu Jessica menggenggam tangan Sooyoung, membawa adiknya meski hatinya kini bertambah gundah gulana.

…………………………………………………………………………………………………..

“20 juta won??!! Apa kau gila?? Kau kira kau siapa??” salah satu Gisaeng di rumah Gisaeng terkenal di Seoul berteriak pada Sooyeon yang tak bergeming menerima teriakannya itu. 2 hari telah berlalu sejak para debt collector itu mengungkapkan hutang Jaejoong yang begitu besarnya. Sooyeon sudah mencari pinjaman kemana-mana tapi tak ada satupun yang mau membantunya, apalagi dengan pinjaman uang sebesar itu.

“Aku sangat membutuhkan uang itu maka dari itu aku akan tidur dan memberikan keperawananku pada pria yang bisa membayarku 20 juta won sekarang juga.

“Hahaha.. kau pasti bercanda!! 20 juta won untuk gadis biasa sepertimu??” gisaeng lain dengan pria di pelukannya menertawakan Sooyeon yang masih cuek tak memperdulikan cemoohan yang sudah biasa diberikan padanya.

“Bagaimana kalau 200.000 won?? Kau mau?” seorang pria dengan dandanan perlente mendekati Sooyeon yang menggelengkan kepalanya.

“20 juta won?? Apa yang bisa kau berikan selain keperawananmu??” seorang pria dengan kimono ungunya kini berjalan mendekati Sooyeon yang menatapnya penuh kesungguhan.

“Semuanya.. bahkan hidupku..” ucap Sooyeon menahan linangan air matanya. Ia tak tahu harus menawarkan apa lagi karna hanya itulah yang ia punya.

“Baiklah kalau begitu.. Sungah.. tolong siapkan kamar special untukku dan gadis 20 juta won ini..” Pria yang kira-kira berusia 40 tahun itu menggenggam tangan Sooyeon, membawa gadis itu menuju kamar yang biasa ia gunakan di rumah gisaeng ini.

“Aku ingin uangnya sekarang..” Sooyeon menghentikan langkah mereka dengan hati yang gugup karena ia sebenarnya tak mau melakukan ini semua jika tidak demi adik-adiknya.

“Tentu saja.. aku akan memberikan cek ini setelah aku puas dilayani olehmu.. hahaha” pria itu kini mendorong Sooyeon ke dinding, mengecup leher Sooyeon paksa, mencengkram tubuh gadis itu dengan kekuatannya.

“Tidak!! Aku ingin sekarang!! Arrgghh lepaskan aku!!” Sooyeon mencoba lepas dari cengkraman pria yang semakin kuat itu. Bukannya malah lepas, Sooyeon kini malah terperangkap lebih dalam. Hanboknya kini sudah terlepas, hanya dalaman yang ia kenakan. Pria itu semakin bernafsu melahap Sooyeon yang ketakutan. Dengan paksa pria itu mencium Sooyeon yang tak bisa berbuat apa-apa lagi saat pria itu mengikat kedua tangannya dengan tali kimononya.

“Arghhmmp…” Lidah pria tua itu kini telah menjamah seluruh bagian bibir dan mulut Sooyeon yang kemudian menggigit lidahnya begitu keras hingga berdarah.

“Sial kau!! Baiklah.. akan kubuat kau menangis sekarang juga hahahaha… dan aku takkan pernah memberikan 20 juta won yang kau butuhkan gadis bodoh!! Haahahaha” pria itu membuka seluruh pakaiannya dan Sooyeon. Saat ia akan bersiap mengambil keperawanan gadis di hadapannya, pria tua itu merasakan aliran darah di pelipis matanya berlanjut dengan rasa perih, pusing dan sakit yang luar biasa di kepalanya.

“Arghh…” pria tua itu terjatuh ke samping, dengan aliran darah yang terus mengalir dari telinganya juga. Sooyeon terkejut melihat pria yang tadi hampir saja memperkosanya itu tak sadarkan diri.

“Pakailah ini dan ikutlah denganku..” Seorang pria dengan rain coat abu, topi fedora hitam dan brown shades yang menghiasi matanya.  Pria itu kemudian menggenggam salah satu tangan Sooyeon yang kini diselimuti rain coat coklat tebal yang menutupi tubuhnya yang hampir saja ternodai oleh pria tua yang kini sepertinya sudah tak bernyawa lagi.

“Paman.. tolong bereskan bajingan tua itu..” Pria misterius itu berucap pada seorang pria berusia 35 tahun-an sebelum akhirnya menggendong Sooyeon keluar dari rumah Gisaeng termewah dan terelit di Seoul menuju mobil yang sudah terparkir rapi di depan. Pria itu membuka pintu mobil dan menyimpan Sooyeon di kursi samping pengemudi sementara pria itu sendiri lalu menduduki kursi penumpang dan mulai mengemudikan mobil mewah itu.

“Kau… siapa??” kata-kata itu terucap setelah keduanya terdiam selama 20 menit perjalanan. Pria itu tak menjawab apapun tapi malah menepikan mobil yang mereka tumpangi dan mematikan mesinnya.

“Kau mau tahu jalan keluar dari semua ini??” Sooyeon menatap pria di hadapannya penuh heran saat pria itu tiba-tiba berucap seperti itu.

“Apa.. maksudmu??” Sooyeon yang bingung kini menatap pria di hadapannya begitu intens.

“Kau hampir saja diperkosa oleh bajingan tua yang menawarimu 20 juta won dan kau masih bertanya apa maksudku??” pria di hadapan Sooyeon terkekeh melihat wajah gadis di hadapannya yang terlihat begitu polos dan bodoh.

‘Pantas saja kau hampir diperkosa oleh bajingan tua tadi..’ ucap pria itu dalam hatinya.

“Tapi..” ucapan Sooyeon terhenti pria itu menggenggam kedua tangannya begitu erat dengan Doe Eyes-nya yang begitu menghipnotis.

“Aku adalah Kwon Yoonan. Menikahlah denganku dan jadilah seorang Kwon.. maka semua masalahmu akan terselesaikan” Yoonan memberikan senyum terbaiknya pada Sooyeon yang terdiam bingung tak mengerti dengan maksud pria yang baru ia temui hari ini.

…………………………………………………………………………………………………………………………………………

……………………………………………………………………………………….

Oke.. bagaimana?? hehehe masih bingung?

oh ya thanks bgt nih reader yang sudah berkunjung dan meninggalkan jejak hehehe

oh iya.. dalam seminggu akan ada 2x update tapi author masih gtw kpn harinya.. pokonya tungguin aja yaa ^_^

klo di WP rara0894 sih author biasa update senin/selasa hehehe

klo disini mah gtw hehehe

okeee.. jgn lupa komen yaaa..

No Comment No Update!!! ^_^

Iklan

123 pemikiran pada “SECRET WALTZ Chapter 1

  1. sica miskin, yul jd adik.y sica?
    sunny sooyoung jd kakak adik.. wow… bener2 beda…
    kyk.y yoong taeyeon bkl rebutan sica nie…
    mkn penasaran..

  2. huuuftt.. chapt ini gak ada taeny moment T.T
    kasian bgtz idup njess, knp bisa miskin gitu?? apa gak jualan kacamata ajah biar jadi CEO?
    aduh tambah ngenes tuh njess punya adik yg somvlak amit2! ckckck
    lah ini om yul saudaraan ma njess?? truz njess suami nya siapa??? apa yoona yg tawarin 20 jeti??
    plissa jangan sentuh daddy tae! dy hanya milik pany!!
    klo mereka blom nongol dimari apa mungkin mreka lg tebar cinta di tempat lain? lol #abaikan.
    krn gw bingung dan blom paham knp yoonan tiba2 nawarin duit plus ngajak nikah njess, so.. gw harus baca chap sebelum ini dan baca lagi yg ini. kkkkk ribet dah idup gw.
    semangat thor!!!
    pokoknya ini ff harus taeny dan taeny dan taeny dan taeny!!! lol XD

  3. Jessi tegar bwgd.. ngadepin coba’n yg berkepanjangan.. susahnya nyari duit hingga harga diri dipertaruhkan😐😐.. tetep keep simile 😊jess
    Gomawoyo thor

  4. baca pengantar dan karakter tokoh2nya udah tertarik, dan penasaran apa motif masing2 tokoh dan hubungan satu sama lain.. kayaknya bakal ada momen semua y yoonfany, yoonsic, taeny, n taengsic.. hehehe..

  5. malangnya nasib sica, mengurus 4 adik, bekerja, tapi juga mau menanggung hutang kakaknya yang tak bertanggung jawab sampe hampir diperkosa pula. untunglah ada yoong yang selamatin sica. dan what??! mengajak sica nikah? OMG, yoong kau sangat mengejutkan. nice thor.

  6. bingung smg g! mlh prihatin lht khdpn sica yg hrs bnting tulang utk klrgny. ad malaikat jg yg udh tlg sica smg bs brtm lg n yoonan bisa ktmukn sica dgn tae malaikat itu.seru n penuh emosi….

  7. ngebayangin yul , hyo , sunkyu , sama soo jdi adiknya sica . lucu banget .. ngegemesin . hehehe. oo , jdi yg nolong sica pertama kali itu taeng . jangan bilang taeng sama yoong nanti bersaing untuk dapetin sica ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s